Catatan Traveling

There is a world out there. Travel and explore it.

2015-07-24

Wisata Arashiyama-Sagano, Surga Cantik di Tepi Barat Kyoto, Jepang

Salam Traveling!

Masih di Asia Timur, tepatnya di Jepang. Setelah Tokyo dan Kyoto, sekarang kita menuju ke sebuah kota kecil di Kyoto, yaitu Arashiyama.

Arashiyama merupakan sebuah kota kecil yang terletak di wilayah Ukyo-ku, tepi barat Kyoto, Jepang. Sejak Periode Heian (749 - 1185), wilayah ini sudah sering dikunjungi karena keindahan alamnya. Arashiyama sendiri sebenarnya merupakan nama pegunungan Arashi-Yama (pegunungan badai) yang terletak di bagian selatan wilayah ini. Tetapi nama Arashiyama kemudian menjadi umum digunakan untuk menyebut keseluruhan wilayah ini. Landmark utama di Arashiyama adalah Jembatan Togetsukyo (Moon Crossing) yang membentang di atas Sungai Hozu. Di sekitar jembatan ini banyak terdapat toko kecil, restoran dan tempat wisata lain seperti Kuil Tenryuji dan Hutan Bambu Sagano. Pengunjung yang datang ke sini umumnya menyewa perahu untuk menelusuri Sungai Hozu.

Arashiyama, Kyoto
Arashiyama, Kyoto

Wilayah di sebelah utara Jembatan Togetsukyo dikenal dengan nama Sagano. Dibanding wilayah selatan, wilayah ini lebih jarang dikunjungi wisatawan sehingga suasananya lebih alami. Di sini terdapat beberapa kuil. Kalau di sini, wisatawan biasanya menyewa sepeda untuk berkeliling. Penyewaan sepeda tersedia di dekat stasiun dengan biaya sekitar 1000 yen.

Beberapa landmark dan objek wisata yang sering dikunjungi di Arashiyama antara lain:

1. Jembatan Togetsukyo

Jembatan Togetsukyo
Jembatan Togetsukyo
Jembatan Togetsukyo, juga dikenal dengan nama Jembatan Moon Crossing, merupakan landmark utama di Arashiyama. Jembatan ini dibangun pada Periode Heian (794-1185) dan dikonstruksi kembali pada tahun 1930-an. Jembatan ini membentang di atas sungai utama di Arashiyama. Sungai ini hanya satu tetapi memiliki 2 nama, di sebelah barat jembatan disebut Sungai Hozu sedangkan di sebelah timur jembatan disebut Sungai Katsura. Dari Jembatan Togetsukyo, wisatawan bisa menikmati pemandangan pegunungan dan pepohonan cherry (sakura) yang tumbuh di sekitar sungai. Apalagi pada musim semi saat bunga sakura bermekaran, dan musim gugur saat pepohonan berubah menjadi beraneka warna: hijau, kuning, merah hingga kecoklatan.

2. Hutan Bambu Sagano

Hutan bambu Sagano
Hutan bambu Sagano
Hutan Bambu Sagano atau Sagano Bamboo Forest adalah hutan kecil yang ditumbuhi oleh banyak pohon bambu dan juga merupakan objek wisata utama di Arashiyama. Di sepanjang hutan terdapat jalan setapak yang bisa dilalui oleh wisatawan dengan berjalan kaki atau bersepeda. Sejak dulu, bambu-bambu ini telah digunakan oleh warga lokal untuk memproduksi barang kebutuhan sehari-hari seperti keranjang, anyaman dan tikar. Waktu terbaik untuk mengunjungi hutan bambu ini adalah pada bulan Desember saat festival lantern Hanatouro, dimana warga memasang lantern di sepanjang jalan setapak di hutan bambu ini.


3. Monkey Park Iwayatama

Monkey Park Iwayatama
Monkey Park Iwayatama
Monkey Park Iwayatama terletak di pegunungan Arashiyama, tetapi pintu masuk ke taman terletak di sebelah selatan Togetsukyo Bridge. Dari pintu masuk, pengunjung harus berjalan mendaki selama kira-kira 10 menit untuk mencapai area yang dihuni oleh banyak kera yang hidup di alam bebas. Dari sini, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan wilayah Arashiyama dari atas bukit. Taman ini dibuka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore, kecuali pada saat hujan deras atau hujan salju lebat. Entrance fee sebesar 550 yen.

4. Kuil Tenryu-ji

Kuil Tenryuji
Kuil Tenryuji
Kuil Tenryu-ji merupakan kuil yang paling terkenal di Arashiyama dan termasuk dalam 5 kuil utama Budha Zen di Kyoto. Kuil yang dibangun pada awal Periode Muromachi (1338 - 1573) ini juga termasuk dalam list UNESCO World Heritage Site. Kuil ini terdiri atas bangunan utama, taman, dan kolam yang dikelilingi oleh batu-batuan dan phon cemara. Kuil ini buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore. Entrance fee 500 yen dan tambahan 100 yen jika ingin masuk ke dalam bangunan utama kuil.

5. Kuil Daikaku-ji

Kuil Daikakuji
Kuil Daikakuji
Kuil Daikaku-ji adalah kuil Budha Shingon yang terletak di Sagano. Dahulu kuil ini merupakan tempat tinggal kaisar yang dibangun pada tahun 800-an, kemudian diubah menjadi kuil. Kompleks kuil ini terdiri atas bangunan utama, taman, pagoda bertingkat dua (Shingyo Pagoda) dan kolam (Osawa Pond) yang telah berumur 1200 tahun. Kuil ini buka setiap hari mulai pukul 9 hingga 5 sore. Entrance fee 500 yen.

6. Okochi Sanso Villa

Okochi Sanso Villa
Okochi Sanso Villa
Okochi Sanso Villa adalah sebuah villa kecil yang terletak di dekat Hutan Bambu Sagano. Bangunan ini dulunya merupakan tempat tinggal aktor ternama, Okochi Denjiro (1896-1962). Villa tradisional ini terdiri atas beberapa ruangan dan taman, termasuk ruang tamu dan tea house. Buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore. Entrance fee sebesar 1000 yen yang termasuk sajian green tea dan snack.


7. Rakukisha Residence

Rakukisha Residence
Rakukisha Residence
Rakukisha Residence adalah pondok beratap jerami milik penyair Jepang, Mukai Kyorai, yang hidup pada abad ke-17. Mukai sendiri merupakan murid salah satu penyair terkenal Jepang, Basho Matsuo. Basho pernah menulis beberapa sajak dan puisi di pondok ini. Mukai menamakan pondok ini dengan rakukisha setelah buah-buahan di sekeliling pondok berjatuhan akibat badai. Bangunan ini dibuka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore kecuali pada tanggal 1 Januari dan 31 Desember. Entrance fee 200 yen.

8. Kuil Jojakko-ji

Kuil Jojakkoji
Jalan menuju Kuil Jojakkoji
Berbeda dengan Tenryu-ji dan Daikaku-ji, Kuil Jojako-ji ini lebih alami karena terletak di daerah pegunungan. Kuil ini dibangun pada tahun 1500-an dengan ukuran bangunan yang lebih kecil. Di sepanjang jalan menuju kuil terdapat banyak pohon maple dan moss garden. Dari kuil, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kyoto dari pegunungan. Kuil ini buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore. Entrance fee 400 yen.

9. Kuil Adashino Nenbutsu-ji

Kuil Adashino Nenbutsuji
Kuil Adashino Nenbutsuji
Kalau ini, kuil yang terkenal dengan ratusan patung batu berbentuk manusia. Kuil Adashino Nenbutsu-ji terletak di ujung jalan Saga-Toriimoto, dibangun pada abad ke-9 ketika biksu Kobo Daishi meletakkan beberapa patung batu bagi orang-orang yang wafat di kuil ini. Saat ini di halaman kuil terdapat ratusan patung batu seperti itu. Di bagian belakang kuil terdapat jalan setapak yang menuju ke bamboo forest. Kuil ini buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore. Entrance fee 500 yen.

10. Saga-Toriimoto

Saga-Toriimoto
Saga-Toriimoto
Saga Toriimoto adalah jalan yang menuju ke Kuil Adashino Nenbutsu-ji. Jalan ini merupakan preserved street atau jalan yang dilindungi dan dilestarikan. Bangunan yang ada di jalan ini umumnya adalah machiya (town house) yang telah ada sejak Periode Meiji (1868 - 1912). Dahulu bangunan-bangunan tersebut merupakan rumah penduduk tetapi saat ini telah diubah menjadi restoran dan toko-toko kecil.


Waktu Berkunjung dan Cara Mencapai Arashiyama

Festival lantern Hanatouro
Festival lantern Hanatouro
Arashiyama ramai dikunjungi pada musim semi di awal April dan musim gugur di akhir November. Juga pada musim panas, saat warga lokal mengadakan tradisi Ukai, yaitu memancing ikan dengan cormorant (sejenis burung laut) di Sungai Hozu, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke sini. Waktu lain untuk mengunjungi Arashiyama adalah pada saat tradisi lantern Hanatouro di bulan Desember. Pada saat itu warga akan memasang lantern di sepanjang jalan hingga ke Hutan Bambu sagano.

Untuk mencapai Arashiyama, dari Kyoto Station pengunjung bisa menggunakan JR Sagano Line (juga dikenal dengan JR Sanin Line) yang menuju ke Saga-Arashiyama, membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan cost 240 yen. Dari stasiun Saga-Arashiyama, wilayah sentral Arashiyama bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 5 - 10 menit. Selain itu Arashiyama juga bisa dicapai dengan menggunakan bis meskipun trip dengan bis tidak disarankan karena beresiko terjebak kemacetan.

Nah, itulah sekilas informasi mengenai Wisata Arashiyama - Sagano, kota kecil di tepi barat Kyoto, Jepang. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di trip selanjutnya!




Artikel Terkait:


Baca Juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar