Catatan Traveling

There is a world out there. Travel and explore it.

Desember 23, 2015

Wisata Jeju, Pulau Cantik di Ujung Selatan Korea

Salam Traveling!

Masih di Korea Selatan, setelah ibu kota Seoul, sekarang kita menuju ke pulau terindah di negara ini, yaitu Jeju.

Jeju (Jeju-do) merupakan sebuah pulau sekaligus provinsi di negara Korea Selatan. Secara geografis Pulau Jeju terletak di Selat Korea, di sebelah selatan provinsi Jeollanam-do. Ibu kota Provinsi Jeju adalah Jeju City (Jeju-si). Menurut legenda, dahulu tiga dewa mendiami bagian barat pulau ini, tepatnya di Gunung Halla (Hallasan). Selanjutnya ketiga dewa tersebut menjadi leluhur penduduk Jeju. Pada masa pemerintahan Dinasti Joseon, penduduk Jeju dianggap sebagian penduduk asing dan Pulau Jeju sendiri hanya digunakan sebagai pulau pembuangan untuk para tahanan kerajaan. Tetapi siapa sangka ternyata saat ini Pulau Jeju dinobatkan sebagai salah satu warisan alam terindah di dunia yang termasuk dalam 7 Wonders of Nature, bersama dengan Halong Bay di Vietnam.

Pulau Jeju
Hal menarik lain tentang Jeju adalah provinsi ini memberikan bebas visa bagi hampir semua warga negara dunia untuk berkunjung selama 30 hari, termasuk Indonesia. Jadi jika ingin berwisata ke pulau ini, kita tidak perlu mengurus visa. Lain halnya dengan wilayah Korea Selatan yang lain yang mewajibkan visa bagi setiap wisatawan asing.


Pulau Jeju memiliki luas area sekitar 1.800 km persegi. Dengan luas area seperti itu, tentunya ada banyak objek wisata yang terdapat di pulau ini. Objek wisata tersebut antara lain:

1. Gunung Halla (Hallasan)

Gunung Halla
Gunung Halla, atau sering disebut dengan Hallasan, adalah gunung tertinggi di Pulau Jeju, dengan ketinggian 1.950 dari permukaan laut. Dua pengunuan lain yang ada di pulau ini adalah Jirisan dan Seoraksan. Gunung Halla merupakan gunung semi-vulkanik dan tercatat letusan yang terakhir terjadi sekitar 1.000 tahun yang lalu. Di bagian kawah gunung ini terdapat sebuah danau yang disebut Baengnokdam. Sedangkan area sekitar gunung ini merupakan taman nasional yang disebut Hallasan National Park (Hallasan Gungnip Gongwon). Di gunung ini juga terdapat kuil Budha tertua yaitu Gwaneumsa yang dibangun pada masa Dinasti Goryeo. Untuk mencapai puncak gunung ini tersedia 5 jalur yang bisa digunakan oleh para wisatawan yaitu Gwaneumsa Trail, Eorimok Trail, Seongpanak Trail,  Yeongsil Trail, dan Donnaeko Trail.

2. Pantai Hyeopjae

Pantai Hyeopjae dan Pulau Biyangdo
Pantai Hyeopjae adalah pantai berpasir putih yang terletak di Hallim-eup, disebelah barat Hallim Park. Pasir putih di pantai ini berasal dari cangkang hewan-hewan laut yang sudah mati yang bercampur dengan pasir pantai sehingga menghasilkan warna pasir putih yang indah. Pantai ini membentang sepanjang 9 km dengan warna biru air laut dan warna hijau pepohonan di sekitar pantai. Tidak jauh dari pantai terdapat Pulau Biyangdo yang juga memiliki pantai berpasir putih. Pulau ini berukuran sangat kecil, panjangnya hanya sekitar 20 meter dan ketinggian air laut dari pantai hanya sekitar 1,2 meter. Di sekitar pantai tersedia fasilitas dan campground yang bisa digunakan oleh wisatawan.


3. Hallim Park

Hallim Park
Hallim Park adalah adalah taman publik yang terletak di Hallim-eup, sekitar 33 km di sebelah barat Jeju City dan Gunung Halla. Tidak jauh dari taman ini terdapat Pantai Hyeopjae, Pulau Biyangdo, dan Pantai Geumneung. Taman seluas 10 hektar ini pertama kali dibangun pada tahun 1971 di dataran tandus Hallim-eup. Pada saat itu area ini merupakan tanah tandus. Kemudian ditanami dengan berbagai bunga dan tanaman subtropis sehingga menjadi taman yang hijau seperti yang ada saat ini. Atraksi wisata yang ada di taman ini antara lain Palm Tree Road, Jeju Stone dan Bonsai Garden, Water Garden, Subtropical Garden, dan masih banyak lagi. Selain itu di sekitar taman juga terdapat Gua Hyeopjaegul dan Gua Ssangyonggul, serta taman bermain bagi anak-anak.

4. Air Terjun Cheonjiyeon

Air terjun Cheonjiyeon
Air terjun Cheonjiyeon, atau Cheonjiyeon Waterfall, adalah satu dari tiga air terjun yang sering dikunjungi oleh wisatawan di Pulau Jeju. Air terjun ini memiliki tinggi 22 meter dan lebar 12 meter. Di dasar air terjun terdapat kolam dengan kedalaman 20 meter. Di area sekitar air terjung terdapat berbagai macam pepohonan subtropis seperti camellia. Waktu popular untuk mengunjungi air terjun ini adalah pada malam hari karena pada saat itu air terjun ini diberi iluminasi sehingga menjadi bercahaya. Untuk mencapai air terjung ini pengunjung harus melalui sebuah jalur trail. 

5. Air Terjun Cheonjeyeon

Air terjun Cheonjeyeon - photo by Kevin Miller
Air terjun selanjutnya di Pulau Jeju adalah Cheonjeyeon, atau Cheonjeyeon Waterfall. Meski namanya mirip dengan Cheonjiyeon, tetapi Cheonjeyeon adalah air terjun yang berbeda. Air terjun Cheonjeyeon merupakan air terjun bertingkat tiga (3 tier) tetapi yan sering dikunjungi oleh wisatawan adalah air terjun tingkat ke-2 dengan kolamnya yang bernama Cheonjeyeon Pond. Air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter dan jatuh pada kolam sedalam 21 meter. Dalam Bahasa Korea, “Cheonjeyeon” berarti “Pond of the Emperor of Heaven” atau “Kolam para Dewa”, yang berasal dari legenda tujuh peri dari yang turun ke bumi kemudian mandi di air terjun ini. Legenda rakyat tersebut bisa disaksikan pada setiap bulan Mei pada tahun genap, saat diadakan Festival  Chilseonyeo atau Seven Fairies .

6. Air Terjun Jeongbang

Air terjun Jeongbang
Air terjun ketiga di Pulau Jeju adalah air terjun Jeongbang atau Jeongbang Waterfall. Air terjun ini terletak sangat dekat dengan laut dan memiliki ketinggian 25 meter dan lebar 8 meter. Aliran air terjun ini berasal dari Sungai Donghong-chun, kemudian jatuh di sebuah tebing dan langsung mengalir ke samudra. Menurut legenda di bawah air terjun ini tinggal seekor naga suci dan semua air di tempat ini dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan menurunkan hujan pada musim kemarau. Sekitar 300 meter di sebelah timur, terdapat air terjun yang lebih kecil yaitu Sojeongbang Waterfall.


7. Jeju Folk Village 

Jeju Folk Village
Jeju Folk Village adalah kompleks desa tradisional seluas 16 hektar yang terletak di Pulau Jeju. Sama seperti Namsangol Hanok Village di Seoul, di Jeju Folk Village juga bisa dijumpai berbagai rumah tradisonal lengkap dengan peralatan dan artifak-artifaknya. Kompleks desa ini dibagi menjadi beberapa bagian antara lain: Mountain Village, Hill-Country Village, Fishing Village, dan Shamanism Village. Setidaknya terdapat sekitar 117 rumah dan fasilitas yang terdapat di area ini. Sedangkan jenis-jenis artifak meliputi 1.627 artifak kayu, 1.046 artifak bambu, 1.699 artifak tanah & batu, 1.544 porselen, 765 artifak wax & lilin, 921 artifak logam, dan 579 artifak lainnya. Di kompleks ini juga terdapat Daeganggeum Mini Theme Park yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Drama Korea populer, Dae Jang Geum, pernah menggunakan tempat ini sebagai lokasi syuting.

8. Jeju Horse Park

Jeju Horse Park
Seperti namanya, Jeju Horse Park adalah taman pemeliharaan kuda yang terletak di Pulau Jeju. Sejak zaman pemerintahan Dinasti Joseon, selain sebagai tempat pembuangan para tahanan kerajaan, Pulau Jeju juga telah digunakan sebagai area pemeliharaan kuda. Yang terkenal adalah Gammajang yang terletak di Desa Gasi-ri. Fasilitas yang disediakan di taman ini antara lain Ttarabi Horseback Riding Place, Jeju Horse Museum, Maeum Café, Mongol Ger Guesthouse, art shop, dan camping area.


Cara Mencapai Jeju

Pelabuhan di Pulau Jeju
Kalau sebelumnya tentang tempat wisata yang ada di Pulau Jeju, sekarang bagaimana cara mencapai pulau ini dari Seoul? Setidaknya ada dua cara untuk menuju ke pulau ini, dengan pesawat atau ferry.

Jika menggunakan pesawat, ada tiga maskapai lokal yang memiliki rute dari Seoul ke Jeju: T’way Air, Jeju Air, dan Easter Jet. Tetapi perlu diperhatikan tidak selamanya harga tiket selalu normal. Pada saat liburan (bulan Juli dan Agustus), harga tiket bisa mencapai 2 kali lipat. Setelah itu harga tiket kembali normal. Selain itu pastikan untuk melalukan booking tiket beberapa bulan sebelum berangkat agar bisa mendapat tiket dengan harga terjangkau.

Pilihan lain adalah dengan menggunakan ferry. Pilihan ini banyak digunakan oleh wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut Korea Selatan. Umumnya dari Seoul pengunjung menggunakan KTX menuju ke Busan, setelah itu baru menggunakan ferry untuk menyebrang ke Pulau Jeju.

Nah, itulah sekilas tentang wisata Pulau Jeju, Korea Selatan. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di trip berikutnya!




Artikel Terkait:

Baca Juga:

1 komentar:

  1. Hmm.. Enak bgt bisa ngtrip terus..
    Tapi kayaknya lebih indah INDONESIA, hehe

    BalasHapus