Catatan Traveling

There is a world out there. Travel and explore it.

2019-07-04

Wisata Bremen, Kota Klasik di sepanjang Sungai Weser, Jerman

Salam Traveling!

Setelah Berlin, Frankfurt, Munich, dan Stuttgart, sekarang kita akan berkunjung ke kota destinasi wisata selanjutnya di Jerman, yaitu Bremen.

Bremen merupakan kota Hansa (Hanseatic City) yang terletak di wilayah barat-laut Jerman. Kota ini terletak di sepanjang Sungai Weser yang bermuara di Laut Utara (North Sea). Kota Hansa sendiri merupakan sebutan bagi kota-kota dagang yang tergabung dalam Liga Hansa (Hanseatic League) di masa lampau. Kota-kota tersebut sebagian besar terletak di wilayah Eropa Utara, serta termasuk dalam jalur perdagangan yang melalui Laut Baltik dan Laut Utara pada abad pertengahan.

Schnoor, Bremen
Schnoor, Bremen
Selain sebagai kota, Bremen juga merupakan sebuah state (bundesland), serupa dengan Berlin dan Hamburg. State tersebut dikenal dengan nama Land Bremen, merupakan state terkecil di Jerman, dan hanya terdiri atas 2 kota, yaitu kota Bremen sendiri, dan Bremerhaven. Kedua kota tersebut merupakan enclave dari state Lower Saxony.

Bremen merupakan kota terbesar kedua di wilayah Jerman Utara dengan jumlah penduduk sekitar 568 ribu jiwa pada tahun 2017. Kota ini juga termasuk dalam region metropolitan Bremen/Oldenburg yang berpenduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Bremen merupakan kota industri dan perdagangan, serta pelabuhan utama di sepanjang Sungai Weser. Sekitar 60 km di sebelah utara kota ini, tepatnya di muara Sungai Weser, terletak kota Bremerhaven, yang merupakan salah satu pelabuhan utama di Laut Utara.

Berikut beberapa landmark dan objek wisata yang sering dikunjungi oleh para traveler di Bremen:

1. Bremer Marktplatz

Bremer Marktplatz, Bremen
Bremer Marktplatz, Bremen - foto oleh Harry Traber
Objek wisata pertama pertama adalah Bremer Marktplatz, atau Bremen Market Square, lapangan utama yang terletak di tepi Sungai Weser, area Altstadt (Old Town), Bremen. Lapangan ini memiliki luas 3.484 meter persegi serta merupakan salah satu lapangan tertua di kota ini. Meski menggunakan nama Market Square, tetapi saat ini Bremer Marktplatz tidak lagi digunakan sebagai pasar (market), kecuali untuk event-event besar tahunan seperti Christimas Market pada bulan Desember, dan Freimarkt Fair pada akhir bulan Oktober. Di lapangan ini terdapat banyak bangunan bersejarah dengan arsitektur klasik, beberapa di antaranya adalah Bremen Town Hall, Bremen Cathedral, Bremen Roland, patung Die Bremer Stadtmusikanten, Böttcherstraβe, Bürgerschaft, dan Schütting.

2. Bremen Town Hall

Bremen Town Hall
Bremen Town Hall - foto oleh Guillaume Speurt
Landmark kedua adalah Bremen Town Hall, bangunan klasik bersejarah yang terletak di Marktplatz, tepatnya di Am Markt 21. Sama seperti town hall pada umumnya, bangunan ini juga merupakan kantor senat dan walikota Bremen. Bremen Town Hall pertama kali dibangun pada sekitar tahun 1400-an dengan arsitektur Gothic, yang selanjutnya dikembangkan dengan tambahan arsitektur Renaissance, Baroque, Neoclassical, hingga Art Nouveau. Bangunan ini terdiri atas 3 bagian utama yaitu Old Town Hall, New Town Hall, dan Bremer Ratskeller yang terletak di lantai dasar. Tepat di depan bangunan ini terletak patung Bremen Roland, dan di sudut utara terdapat patung Die Bremer Stadtmusikanten. Kedua landmark ini, Bremen Town Hall dan Bremen Roland, telah dimasukkan ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site pada tahun 2004.

3. Bremen Roland

Bremen Roland, Bremen
Bremen Roland - foto oleh CEphoto, Uwe Aranas
Landmark berikutnya adalah Bremen Roland, patung seorang pahlawan, Roland, yang terletak tepat di depan Bremen Town Hall. Patung bersejarah ini dibangun pada tahun 1404 dengan tinggi 5,47 meter. Roland senndiri merupakan seorang paladin (tentara perang) dari Kekaisaran Romawi Charlemagne sekaligus pahlawan pada Perang Roncevaux Pass. Bagi masyarakat Bremen, Roland merupakan seorang pelindung kota, dengan pedang legendarisnya yang dikenal dengan sebutan Durendal, beserta tameng yang berlambang seekor elang kerajaan. Bremen Roland merupakan salah satu bangunan klasik yang tetap survive di Bremen, sekaligus simbol kebebasan bagi masyarakat Eropa. Patung ini bersama dengan Bremen Town Hall di Marktplatz telah dimasukkan ke dalam situs warisan dunia UNESCO.

4. Patung Die Bremer Stadtmusikanten

Die Bremer Stadtmusikanten, Bremen
Patung Die Bremer Stadtmusikanten, Bremen
Landmark selanjutnya adalah patung Die Bremer Stadtmusikanten (Town Musicians of Bremen), yang terletak di salah satu sudut utara Bremen Town Hall. Patung ini dibangun pada tahun 1953 oleh Gerhard Marcks yang menggambarkan 4 hewan dalam cerita rakyat dengan nama yang sama. Cerita rakyat Die Bremer Stadtmusikanten (Town Musicians of Bremen) pertama kali dipublikasikan oleh Brothers Grimm pada tahun 1819. Cerita tersebut sangat populer, menceritakan tentang 4 hewan domestik; ayam, kucing, anjing, dan keledai; yang melarikan diri dari rumah tuan mereka dan menuju ke Bremen untuk menjadi musisi. Meski tidak termasuk dalam situs warisan dunia, tetapi patung Die Bremer Stadtmusikanten merupakan landmark utama yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan di Marktplatz, Bremen.

5. Böttcherstraβe

Böttcherstraβe, Bremen
Böttcherstraβe, Bremen - foto oleh Dguendel
Landmark berikutnya adalah Böttcherstraβe, jalan sepanjang 100 meter yang teletak tepat di tepi Marktplatz. Jalan ini menghubungkan Marktplatz dengan jalan utama Martinistraβe di tepi Sungai Weser. Jalan ini sangat populer di kalangan wisatawan karena bangunan-bangunannya yang memiliki arsitektur klasik dan unik, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai arsitektur Brick Exspressionism. Bangunan-bangunan tersebut didirikan antara tahun 1922 dan 1931, atas inisiasi seorang pedagang kopi Bremen, Ludwig Roselius, dengan jasa arsitek Bernhard Hoetger. Beberapa bangunan utama yang ada di Böttcherstraβe antara lain Ludwig Roselius Museum, Paula Modersohn-Becker Haus, Haus des Glockenspiels, Robinson-Crusoe Haus, dan Haus Atlantis. Selain bangunan-bangunan tersebut, di jalan ini juga terdapat berbagai cafe, restoran, toko souvenir, dan hotel.

6. Schnoorviertel

Schnoorviertel, Bremen
Schnoorviertel, Bremen
Dari Marktplatz, sekarang kita bergeser sekitar 300 meter ke selatan, tetapi masih di tepi Sungai Weser. Di sini terdapat Schnoorviertel atau Schnoor Square, sebuah area yang juga selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan di Bremen. Area ini terletak di jalan Stavendamm, dan terhubung dengan Böttcherstraβe melalui jalan utama Martinistraβe. Serupa dengan Marktplatz dan Böttcherstraβe, area Schnoorviertel juga didominasi oleh bangunan-bangunan berarsitektur tradisional. Sebagian besar bangunan telah ada sejak abad ke-17 dan abad ke-18. Sementara bangunan tertua tercatat telah ada sejak abad ke-15. Beberapa bangunan utama di area ini antara lain Concordenhaus, Amtsfischerhaus, Old Restaurant Kaiser Friedrich, Katzencafé, Old Tea House, Schnoor 37, Birgittenkloster, dan St. John’s Church.

7. Rhododendron-Park Bremen

Rhododendron-Park, Bremen
Rhododendron-Park, Bremen
Objek wisata terakhir kita di kali ini adalah Rhododendron-Park Bremen, juga dikenal dengan nama Botanika im Rhododendron, sebuah taman bunga dan kebun botani yang terletak di Deliusweg, wilayah timur kota Bremen. Dari area Altstadt (Old Town) di tepi Sungai Weser, taman ini berjarak sekitar 5,5 km ke sebelah timur. Rhododendron-Park pertama kali dibangun pada tahun 1905 oleh seorang pengusaha, Ernst Franz Schütte. Pada saat itu, taman ini hanya memiliki luas 3 hektar, dan dibangun di lokasi yang berbeda, yaitu di Osterdeich. Taman yang ada saat ini mulai dibuka pada tahun 1950, memiliki luas mencapai 46 hektar. Nama Rhododendron digunakan karena koleksi utama di taman ini adalah bunga rhododendron dan azalea. Selain itu, di taman ini juga terdapat berbagai spesies tanaman lainnya seperti bonsai, rose, lavender, serta tanaman obat-obatan. Rhododendron Park-Bremen dibuka setiap hari mulai pukul 7 pagi hingga 6 sore, dan pengunjung tidak dikenakan biaya masuk sama sekali kecuali untuk berkunjung ke bagian Botanika.

Nah teman-teman, demikianlah informasi tentang wisata Bremen, kota klasik di sepanjang Sungai Weser, Jerman. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di trip selanjutnya!




Artikel Terkait:


Baca Juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar